MDA dan Pemkab Luwu Mulai Tahapan Revitalisasi DAS Suso Melalui Kick-Off Meeting

Metro284 views

LUWU — PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi resmi memulai tahapan awal program revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso. Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan kick-off meeting sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU Pengendalian Lingkungan pada Agustus lalu.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur MDA, Erlangga Gaffar, dan Ketua Pokja Percepatan Investasi, Sofyan Thamrin. Dalam agenda pembahasannya, kedua pihak menyepakati penyelarasan rencana kerja yang mencakup pemulihan fungsi DAS, penataan kembali area yang mengalami degradasi, penguatan titik-titik rawan hidrologis, serta mekanisme koordinasi lintas instansi untuk pemantauan dan pelaporan progres.

Direktur MDA, Erlangga Gaffar, menegaskan bahwa kick-off meeting ini merupakan tonggak penting dalam memastikan pelaksanaan revitalisasi DAS berjalan terpadu, terukur, dan bertanggung jawab. Ia menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memperbaiki kualitas ekosistem, meningkatkan ketahanan kawasan terhadap curah hujan ekstrem, serta menjaga keberlanjutan sumber daya air bagi masyarakat di wilayah hulu maupun hilir. MDA, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan yang telah disepakati bersama pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, menjelaskan bahwa program revitalisasi ini dilaksanakan mengacu pada kebijakan Pemerintah Kabupaten Luwu. MDA berperan mendukung upaya tersebut melalui kolaborasi teknis dan penyesuaian kegiatan konstruksi agar tetap berada dalam koridor regulasi daerah. Ia menekankan bahwa setiap langkah dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, termasuk memastikan perizinan yang diperlukan telah dipenuhi serta mempertimbangkan karakteristik alami sungai untuk mengurangi risiko erosi dan sedimentasi.

Ketua Pokja Percepatan Investasi, Sofyan Thamrin, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menunjukkan komitmen semua pihak dalam merawat dan memulihkan fungsi DAS sebagai sistem penyangga kehidupan. Menurutnya, revitalisasi DAS Suso tidak hanya menyasar kebutuhan jangka pendek, tetapi juga merupakan investasi lingkungan jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir, menjaga kestabilan aliran air, dan memperkuat daya dukung kawasan tangkapan air.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan lapangan akan mulai dilaksanakan pada pertengahan Desember mendatang. Tahapan awal meliputi pembersihan area terdampak, penataan alur sungai yang tertutup sedimentasi, penguatan lereng dan tebing, serta pemasangan struktur pengendali sesuai rekomendasi teknis.(*)

Komentar