Rakor Linsek PKM Burau Bahas Penanganan Stunting lewat Posko “Gerak Pasti”

JURNALSULSEL.COM, LUWU TIMUR–Dalam rangka membahas berbagai permasalahan di bidang kesehatan dalam wilayah kerja Puskesmas Burau, maka UPTD Puskesmas Burau menggelar rapat koordinasi (Rakor) Lintas Sektor (Linsek), Kamis (02/03/2023) bertempat di Gedung pertemuan kecamatan Burau.

Rapat koordinasi lintas sektor ini dihadiri oleh Camat Burau, Akbar Bahar, Kapolsek Burau, kepala UPTD Puskesmas Burau, Kepala desa dari 9 Desa Wilker PKM Burau, Bidan desa, TP PKK Desa dan Kader Posyandu.

Camat Burau, Akbar Bahar dalam arahannya mengatakan bahwa, salah satu persoalan global saat ini di bidang kesehatan adalah masalah stunting, termasuk di Luwu Timur khususnya lagi di Kecamatan Burau.

“Untuk itu, dibutuhkan kerjasama lintas sektor, Puskesmas tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari lintas sektor,” jelas Akbar Bahar.

Senada dengan itu, Kepala UPTD Puskesmas Burau, Nurhafia Hafid mengungkapkan, beberapa hal terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Burau saat ini antara lain; pelayanan USG bagi ibu hamil dan pemeriksaan Hematologi di PKM Burau, aktivitas antar jemput pasien sudah ada MoU dengan kepala Desa, Pengaktifan kembali kartu BPJS yang sudah non aktif dan akan dibantu oleh petugas kesehatan PKM Burau.

“Khusus untuk penanganan balita stunting, dalam waktu dekat kita akan melaunching Posko Gerak Pasti (Gerakan Pencegahan Anak Stunting) PKM Burau, saya berharap semua pihak bisa mendukung kegiatan ini secara penuh,” jelas kepala PKM Burau, Nurhafia Hafid.

Lebih jauh Kepala Puskesmas Burau menjelaskan, tahun 2023 ini, jumlah balita stunting di Wilker PKM Burau sebanyak 60 orang, dengan rincian Desa Jalajja 7, Kalatiri 5, Lumbewe 9, Burau Pantai 14, Burau 3, Lagego 6, Lauwo 9, Cendana 3, dan Batu Putih 4.

“Namun yang perlu pemantauan ketat adalah umur 0 s.d 24 bulan sebanyak 24 orang yang tersebar di beberapa desa yaitu Jalajja 5, Kalatiri 4, Lumbewe 5, Burau Pantai 3, Burau 1, Lauwo 3, Cendana 1, Batu Putih 2,” tuturnya.

“Jadi sekarang kami fokus pada 1000 hari pertama kehidupan (1000 hpk), karena untuk mencegah stunting bukan fokus hanya yang sudah stunting tapi pada calon pengantin, ibu hamil dan bayi 0 sd 24 bulan,” tandas Nurhafia Hafid.

Sementara para kepala desa dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Burau menyatakan siap mendukung program pencegahan stunting yang dilaksanakan oleh PKM Burau.

“Mari kita lihat terkait masalah stunting ini, apa penyebabnya lalu apa yang harus kita intervensi sehingga prevalensi stunting ini bisa turun,” kata Kades Jalajja, Muhammad Iqbal Samad.

(ikp/kominfo-sp)

Komentar

Baca Juga