Wahidin Wahid Desak DLH Atasi Keluhan Warga Terkait Kandang Ayam di Desa Balai Kembang

JURNAL LUTIM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur, Wahidin Wahid, mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera menangani keluhan warga Desa Balai Kembang, Kecamatan Mangkutana, terkait masalah kandang ayam yang menimbulkan gangguan kesehatan dan kenyamanan.

Wahidin Wahid menyatakan bahwa masyarakat sangat terganggu oleh peternakan ayam potong yang beroperasi di wilayah mereka. “Lalat yang bersumber dari kandang ayam ini masuk ke permukiman warga dan sangat meresahkan,” ujarnya dengan tegas pada Rabu (1/5/2024).

Meski pemerintah tidak melarang warga untuk berusaha, Wahidin menekankan pentingnya regulasi yang jelas untuk usaha peternakan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan. “Kita tidak melarang masyarakat berusaha, tetapi usaha ini harus memiliki izin yang jelas. Apakah izin itu ada, ini yang kami pertanyakan,” tambah Wahidin.

Wahidin juga mengkritik dinas terkait yang dianggap lalai dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, tidak semua pengusaha kandang ayam potong memiliki izin resmi, dan masalah pencemaran lingkungan ini muncul karena kurangnya pengawasan. “Jangan nanti ada masalah baru mau turun cek. Dinas terkait seperti DLH, dinas peternakan, PTSP yang mengeluarkan izin, serta pemerintah desa harus aktif mengontrol kegiatan usaha ini. Jangan tunggu masalah baru turun,” tegasnya.

Peternakan ayam potong di Desa Balai Kembang sebagian besar bermitra dengan PT Jass Mandiri dan Citra Pangan Sejahtera (CPS), sementara sebagian lainnya dibuka secara mandiri. Pada April 2024, warga Balaikembang bahkan mendatangi DPRD Luwu Timur untuk meminta penyelesaian masalah hama lalat yang disebabkan oleh peternakan ayam ini.

Desakan Wahidin Wahid ini diharapkan dapat memicu tindakan cepat dari DLH dan pihak terkait lainnya untuk menuntaskan masalah yang telah meresahkan warga Balai Kembang dan memastikan usaha peternakan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku, demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar. (*)

Komentar

Baca Juga