UPTD PKM Nuha Latih Ibu PKK dan Kader Posyandu Pembuatan PMT Berbasis Pangan Lokal

JURNALSULSEL.COM, LUWU TIMUR–UPTD Puskesmas Nuha menggelar Pelatihan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang diikuti perwakilan dari 4 desa dan 1 kelurahan dalam wilayah kerja UPTD PKM Nuha, yakni Ketua TP PKK Desa, kader Posyandu dengan didampingi bidan Desa masing-masing, di PKM Nuha Sorowako, Rabu (01/02/2023).

Pada kegiatan ini, peserta Pelatihan dipantau langsung oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, Bidang Kesehatan Masyarakat.

Tujuan pelaksanaan pemberian PMT Lokal berbasis pangan lokal sesuai standar yang telah ditetapkan, bahwa untuk mendapatkan makanan yang sehat tidak mesti dengan menggunakan bahan makanan yang mahal tetapi bahan makanan yang mudah didapatkan, terjangkau dan ada di sekitar kita. Sedangkan sasarannya adalah Balita berat badan kurang dan gizi kurang serta Ibu hamil KEK.

Prinsip utama dalam pemberian makanan PMT lokal berbasis pangan lokal pada balita dan ibu hamil adalah berupa makanan lengkap atau kudapan, jadi diutamakan makanan yang bersumber protein hewani dengan tetap memperhatikan prinsip gizi seimbang dimana lauk hewani bersumber dari protein hewani yang berbeda, misalnya telur dan ayam, telur dan ikan atau telur dan daging.

Sedangkan pemberian protein bertujuan untuk mendapatkan kandungan protein yang tinggi dan asam amino yang lengkap. Jadi pada prinsipnya, pemberian makanan ini adalah hanya sebagai makanan tambahan bukan sebagai pengganti makanan utama. Artinya, PMT Lokal ini hanya sebagai makanan tambahan saja karena pemberiannya hanya sekali dalam sehari dan didampingi selama 90 hari untuk balita kurus dan ibu hamil KEK.

Kepala UPTD PKM Nuha, Chandra, SKM. mengatakan, kegiatan pemberian PMT berbasis pangan lokal merupakan satu upaya percepatan penurunan stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Nuha.

“Tentunya kegiatan ini diharapkan mampu menambah pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam hal menyajikan makanan sehat bergizi seimbang sehingga pengetahuan kader tidak hanya sebatas pengukuran berat badan dan mengisi KMS saja tetapi kader sudah mampu untuk menciptakan menu-menu yang bervariasi yang nantinya akan menjadi salah satu bahan penyuluhan kader kepada sasaran di posyandu,“ terang Chandra.

“Dengan demikian, diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini kader sudah mampu menyiapkan menu makanan tambahan bagi balita gizi kurang dan Bumil KEK diwilayah kerja mereka melalui dana DAK Non fisik BOK Puskesmas Nuha,“ tambahnya lagi.

Sementara itu, salah seorang Kader Posyandu, Yuni Fitriani Natsir, mengaku sangat berterima kasih dengan adanya pelatihan ini karena sudah bisa mengerti dan memahami proses pengolahan makanan yang baik dan benar mulai dari proses persiapan hingga penyajian makanan serta bagaimana memadukan warna dan proses persiapan hingga penyajiannya sehingga bisa menarik perhatian sasaran seperti balita kurus dan ibu hamil KEK.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami dapat mengetahui bahwa makanan sehat itu tidak harus mahal tetapi cukup dengan bahan yang mudah didapatkan karena bahan tersebut banyak disekitar kita. Selain itu, kami juga dapat mengetahui berbagai karya menu yang sesuai dengan sasaran,“ tandas Yuni Fitriani.

(ikp/kominfo-sp)

Komentar

Baca Juga