oleh

Sekda Luwu Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Lamasi Timur

LUWU — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu, H. Sulaiman, membawa langsung bantuan untuk Korban Bencana angin puting beliung di Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Selasa, (16/2) pagi tadi.

Bersama rombongan, ikut pula Kepala BPBD Luwu, Rahman Mandaria. Kunjungan Sekda Luwu ke lokasi bencana atas perintah langsung Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang.

 

Terlihat, rombongan ini membawa banyak bantuan berupa beras, mie instan dan air mineral. “Bapak Bupati memerintahkan langsung untuk turun memberikan bantuan dan melakukan pendataan jumlah warga yang terdampak dan apa saja yang dibutuhkan,” ujar H. Sulaiman.

 

Dijelaskan H. Sulaiman, penanganan korban saat ini adalah menjamin kebutuhan keseharian mereka. “Olehnya itu, perintah Pak Bupati, segera dirikan dapur umum termasuk tenda pengungsian,” katanya.

 

Seiring dengan penanganan itu, Pemkab Luwu akan melakukan pendataan jumlah warga yang terdampak, termasuk mendata kerugian materi yang dialami warga dan kebutuhan jangka panjang.

 

Data ini akan menjadi dasar Pemerintah Kabupaten Luwu dalam melakukan penanggulangan para korban dalam jangka panjang seperti penganggaran bantuan rumah layak huni bagi korban yang rumahnya rusak berat akibat bencana ini maupun renovasi rumah bagi yang terdampak dengan kerugian sedang atau ringan.

 

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu, menyebutkan ada tiga desa yang diterjang angin Puting Beliaung, pada Senin, siang kemarin. Yakni Desa Salupao, Desa Bululondong dan Desa To’ Lemo Kecamatan Lamasi Timur.

 

Kondisi korban terparah di Desa Salupao. Dimana bencana ini menelan korban jiwa warga Desa Salupao, Rianto (36), 2 orang luka berat dan hingga kini masih dirawat di Puskesmas Walenrang, 3 orang luka ringan.

 

Bukan hanya itu, di Desa Salupao, tercatat 70 rumah diterjang puting beliung, 26 diantara dalam kondisi rusak berat dan 44 rumah rusak ringan.

 

Di Desa Bululondong ada 1 unit rumah dalam kondisi rusak berat dan 9 rumah dalam kondisi rusak sedang. Di Desa To Lemo, 2 unit rumah terdampak dalam konsi rusak ringan dan 2 warga menjadi korban dengan kondisi luka ringan.

 

“Kerugian materi warga ditaksir mencapai Rp1,5 miliar. Data kami menyebutkan, ada 250 jiwa yang terdampak dan mereka saat ini tengah mengungsi ke rumah warga, keluarga mereka,” sebut Sekretaris BPBD, Aminuddin Alwi.

 

“Langkah cepat telah dilakukan pemerintah pasca bencana Senin kemarin. Hari ini kami BPBD dan dinas sosial berbagi peran, mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum. Upaya lain, melakukan kaji cepat dampak bencana dan evakuasi korban beserta harga benda mereka, membantu pembersihan di lokasi bencana,” lanjutnya.

 

Dilaporkan pula Sekretaris BPBD, selain itu, mereka di lapangan juga dibantu oleh aparat pemerintah setempat, petugas dari TNI dan Polri, SAR Palopo, Basarnas, serta masyarakat setempat dan sekitar lokasi bencana

Komentar

Baca Juga