Penanaman Pohon Sukun di Bantaran Sungai Malili: Langkah Strategis untuk Pelestarian Lingkungan

JURNAL LUTIM – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Luwu Timur, Usman Sadik, memuji inisiatif penanaman pohon sukun di bantaran Sungai Malili oleh Pj. Gubernur Sulawesi Selatan dan Bupati Luwu Timur sebagai upaya penting untuk menyelamatkan sungai tersebut. Hal ini disampaikan Usman Sadik usai mengikuti acara penanaman pohon yang berlangsung pada Jumat sore.

“Pemerintah telah memberikan contoh yang baik. Sekarang, warga dan pemerintah desa setempat harus menindaklanjutinya dengan melakukan penanaman di sepanjang bantaran Sungai Malili,” ujar Usman Sadik.

Menurutnya, penanaman pohon sukun bukanlah upaya yang memberikan hasil instan. “Jika kami menanam pohon sukun hari ini, bukan berarti besok atau tahun depan kami ingin menikmati hasilnya. Manfaatnya mungkin baru bisa dirasakan puluhan tahun ke depan oleh masyarakat,” ungkap Usman Sadik.

Pemilihan pohon sukun untuk ditanam di pinggir Sungai Malili dinilai sangat tepat. Pohon sukun memiliki fungsi ekologis yang signifikan dalam mencegah bencana banjir dan longsor. Akar pohon sukun dapat melebar hingga belasan bahkan mencapai 20 meter, membantu menahan pergerakan tanah dan mencegah erosi di bibir sungai.

“Kita berharap kondisi Sungai Malili tetap terjaga dan tidak terjadi pelebaran sungai. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat tanah di sepanjang bantaran sungai melalui penanaman pohon yang dapat mengikat tanah dengan kuat,” pungkas Usman Sadik.

Inisiatif ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk turut serta dalam pelestarian lingkungan, demi menjaga kelestarian Sungai Malili dan menghindari potensi bencana di masa depan. (*)

Komentar

Baca Juga