Lomba Tradisional Warnai HUT RI Ke-77 di SMKN 5 Luwu

LUWU, JURNALSULSEL.COM — Warna warni kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke 77 juga di rasakan oleh para Siswa(i) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Luwu.

Berbagai lomba Tradisional di selenggarakan pertanda penghargaan dan mengingat jasa-jasa pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan RI.

Sejumlah lomba yang di selenggarakan diantaranya, Makan Kerupuk, Sarung estafet , panjat Pinang, dan berbagai lomba tradisional lainya yang di pusatkan di lapangan Voly SMK Negeri 5 Luwu.

Kordinator Lomba, Wahyu, S. Pd mengatakan bahwa sesuai dengan rapat tenaga pendidik di SMKN 5 Luwu, Membebaskan para siswa belajar Hingga 17 Agustus untuk melaksanakan perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 77 ini.

” Kita berikan kebebasan kepada siswa untuk tidak belajar, selama kegiatan berlangsung, ini sebagai bentuk partisipasi kita untuk memeriahkan HUT RI yang ke 77 ini,” Ungkapnya 15 Agustus 2022.

Hal ini kata Wahyuuntuk menanamkan rasa syukur siswa kepada Allah atas nikmat kemerdekaan dan sebagai sarana menanamkan karakter cinta Tanah Air yang merupakan bagian dari dimensi karakter.

“Kegiatan lomba ini merupakan bentuk rasa syukur terhadap rahmat dan karunia Allah atas kemerdekaan dari penjajahan perlu terus diingatkan kepada para siswa dan agar rasa cinta tanah air terus tumbuh di hati mereka,” terang wahyu

Lanjut Pria Kelahiran Olang itu menjelaskan, bahwa penting untuk menanamkan rasa nasionalisme dan membangkitkan semangat perjuangan.
Melalui lomba lomba tradisional diharapkan para siswa SMKN 5 Luwu dapat mewarisi semangat dan nilai-nilai perjuangan dan persatuan Indonesia.

Pengenalan rasa nasionalisme lewat kegiatan yang berhubungan dengan pembentukan karakter bangsa diharapkan bisa terbawa hingga anak beranjak dewasa. Dan nantinya akan membuat anak memiliki kebanggaan dan kecintaan terhadap Indonesia sebagai tanah airnya.

Selain menanamkan rasa nasionalisme, momen kemerdekaan juga dapat mengajarkan siswa makna dari sebuah proses ataupun perjuangan.

“Siswa juga diharapkan dapat meyakini bahwa cita-cita tidak akan bisa diraih tanpa perjuangan dan pengorbanan. Selain itu sebesar apapun tantangan yang dihadapi, dengan perjuangan yang konsisten serta kerjasama maka tantangan tersebut cepat atau lambat akan dapat dilalui,” tambahnya.

Momen perayaan Kemerdekaan RI, menurut Guru Seni Budaya Itu, merupakan saat yang tepat bagi sekolah untuk mengajarkan makna kemerdekaan ke siswanya.

Makna merdeka adalah tidak tergantungnya suatu bangsa terhadap bangsa lain dalam mengelola seluruh sumber daya yang dimiliki sehingga bangsa tersebut mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya.

“Yang memungkinkannya menemukan, menumbuhkan dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki untuk menjadi manusia yang saleh, muslih, cerdas, mandiri dan terampil sehingga mendapatkan kehidupan yang sejahtera dengan penuh keberkahan dan keridhoan dari Allah SWT,” ujar Wahyu

(ATT)

Komentar

Baca Juga