Dinkes Luwu Perkuat Edukasi Kesehatan Jemaah pada Manasik Haji 2026

Pemerintahan99 views

LUWU — Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Kesehatan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dari sisi kesehatan jemaah. Komitmen tersebut diwujudkan dengan kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Hj. Rosnawary, M.Tr., Adm, sebagai narasumber pada kegiatan Bimbingan Manasik Haji Reguler Kabupaten/Kota Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 2 Februari 2026, di Aula PLHUT Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Luwu itu diikuti oleh para calon jemaah haji asal Kabupaten Luwu.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Rosnawary menegaskan bahwa keterlibatan Dinas Kesehatan dalam manasik haji merupakan bagian dari pelayanan dan pembinaan kepada calon jemaah agar mampu menjaga kesehatan secara mandiri serta memiliki kesiapan fisik dan mental yang optimal. Pembinaan kesehatan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari masa tunggu keberangkatan, proses embarkasi, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga pasca kepulangan ke tanah air.

Selain itu, calon jemaah juga diberikan pemahaman terkait vaksinasi haji, baik yang bersifat wajib maupun yang dianjurkan, sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah.

Dalam paparannya mengenai kebijakan kesehatan haji, dr. Rosnawary menekankan bahwa ibadah haji tidak hanya memerlukan kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang prima.

“Ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik. Karena itu, kesehatan menjadi faktor utama agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebijakan kesehatan haji bertujuan untuk melindungi dan memastikan jemaah tetap sehat sehingga dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan mandiri sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pemenuhan aspek istitha’ah kesehatan bagi setiap calon jemaah. Penilaian dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan tahap pertama dan kedua, penelusuran riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan jantung, serta evaluasi kemampuan fisik jemaah dalam beraktivitas.

Menurutnya, calon jemaah dengan penyakit tertentu tetap memiliki peluang menunaikan ibadah haji selama kondisi kesehatannya terkontrol dan dinyatakan siap secara medis.

Dalam sesi edukasi, turut disampaikan sejumlah gangguan kesehatan yang kerap dialami jemaah haji, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, kelelahan, dan heat stroke. Untuk mengantisipasi hal tersebut, jemaah diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan masker di tempat ramai, beristirahat yang cukup, serta mematuhi anjuran tenaga kesehatan. (*)

Komentar