oleh

Cerita Sultan, Anggota Tim SAR Pramuka Luwu yang Pertama Temukan Korban Hanyut di Sungai Amassangan Palopo

 

PALOPO — Pencarian Dua Korban yang hanyut di Sungai Amassangan, Minggu (7/3/2021) terus dilakukan Tim SAR Gabungan.


Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Unit Siaga SAR Palopo, BPBD Palopo, Babinsa, Damkar, Polres, SAR Harnest, Sar Pramuka Luwu, Sar Sawerigading, dan masyarakat membangi Kelompok dan menyisir sepanjang sungai Amassangan.


 Tak lama pencarian salah satu Korban atas nama Nurfaizah (12) ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa sekira pukul  17:54 wita.


Sultan Anggota Tim SAR Pramuka Luwu, yang pertama kali menemukan jasad korban menceritakan dirinya bersama dengan 4 orang lain dalam tim  menyisir sungai dari lokasi awal hingga lokasi penemuan jasad korban.


“Titik dari penyusuran kami mulai dari jembatan lokasi korban di kabarkan hilang, sekitar 300 meter dari titik penemuan,” Terang Sultan


Awalnya Kata Sultan, dirinya hanya menduga jika yang ditemukannya di antara tumpukan kayu adalah jasad korban dikarenakan kondisi air yang sangat keruh jadi hanya mengandalkan tangan untuk merabah setiap material didalam air.


” kondisi air sangat keruh kami tidak bisa melihat dengan jelas, jadi kami cuma merabahrabah, setiap benda yang ada di dalam air, saat saya rabah kalau itu adalah jasad saya langsung Memanggil tim untuk di evakuasi,” lanjutnya lagi.


Kelompok Tim SAR Gabungan yang menemukan jenasah korban pertama kali terdiri dari personil Tim Basarnas Palopo (1 orang), SAR Pramuka Peduli (1 orang), SAR Sawerigading (3 orang) dan SAR Harnest (1 orang).


(*)

Komentar

Baca Juga